Hal ini diucapkan Tri untuk menjawab pandangan anggota DPRD yang mengatakan bahwa wali kota hanya bersikap tegas dalam penertiban karena takut dicopot Ahok.
"Kita menertibkan itu ada dasar aturannya dan bukan sekadar perintah. Kita ada dasar aturan," ujar Tri seusai rapat kerja bersama Komisi A di Gedung DPRD DKI, Kamis (20/8/2015).
Tri pun mengatakan, ketegasan Ahok memang diperlukan bagi wali kota, apalagi untuk menghadapi masalah bangunan liar seperti ini. Jika wali kota tidak tegas dan membiarkan bangunan liar itu terus-terusan ada, justru hal itu yang salah.
"Kita itu menegakkan aturan. Kalau enggak ditertibkan, namanya melakukan pembiaran," ujar Tri.
Sebelumnya, anggota Komisi A, Achmad Yani, mengingatkan Tri untuk tidak melakukan penggusuran yang berpotensi ricuh seperti yang terjadi di Jalan Jatinegara Barat hari ini. Achmad pun mencontohkan penggusuran warga Kampung Pulo hari ini.
Menurut Achmad, Pemkot Jakarta Timur berani melakukan penggusuran besar-besaran karena ada perintah dari Ahok. Jika tidak, wali kota akan dicopot dan digantikan oleh orang lain.
"Sekarang kan di Timur sedang menggunakan kekuatannya untuk menggusur dan akhirnya terjadilah banyak korban. Nah kita enggak mau. Jangan hanya karena didorong Gubernur, 'Anda harus tegas kalau enggak, Anda dicabut,'. Jadi, seperti ini. Jadi, ini semangatnya mau nyeruduk nih. 'Daripada gua dicopot, ya hajar aja deh,' kan istilahnya begitu," ujar Achmad.
"Kita menertibkan itu ada dasar aturannya dan bukan sekadar perintah. Kita ada dasar aturan," ujar Tri seusai rapat kerja bersama Komisi A di Gedung DPRD DKI, Kamis (20/8/2015).
Tri pun mengatakan, ketegasan Ahok memang diperlukan bagi wali kota, apalagi untuk menghadapi masalah bangunan liar seperti ini. Jika wali kota tidak tegas dan membiarkan bangunan liar itu terus-terusan ada, justru hal itu yang salah.
"Kita itu menegakkan aturan. Kalau enggak ditertibkan, namanya melakukan pembiaran," ujar Tri.
Sebelumnya, anggota Komisi A, Achmad Yani, mengingatkan Tri untuk tidak melakukan penggusuran yang berpotensi ricuh seperti yang terjadi di Jalan Jatinegara Barat hari ini. Achmad pun mencontohkan penggusuran warga Kampung Pulo hari ini.
Menurut Achmad, Pemkot Jakarta Timur berani melakukan penggusuran besar-besaran karena ada perintah dari Ahok. Jika tidak, wali kota akan dicopot dan digantikan oleh orang lain.
"Sekarang kan di Timur sedang menggunakan kekuatannya untuk menggusur dan akhirnya terjadilah banyak korban. Nah kita enggak mau. Jangan hanya karena didorong Gubernur, 'Anda harus tegas kalau enggak, Anda dicabut,'. Jadi, seperti ini. Jadi, ini semangatnya mau nyeruduk nih. 'Daripada gua dicopot, ya hajar aja deh,' kan istilahnya begitu," ujar Achmad.
No comments:
Post a Comment