Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu mengatakan penertiban di Kampung Pulo akan selesaikan secepatnya dari target waktu tujuh hari yang disediakan.
"Waktu yang disediakan 7 hari," kata Bambang di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2015).
Alat berat jenis amfibi dikerahkan untuk penertiban di Kampung Pulo, Sabtu (22/8/2015).
Penertiban pemukiman di Kampung Pulo hari ini dilakukan dari dua sisi. Sisi pertama dari arah Selatan dan sisi kedua dari arah Utara. "Dua-duanya menyusuri Kali Ciliwung," kata Bambang.
Bambang melanjutkan, hari ini pihak pemerintah akan memaksimalkan penertiban pemukiman di Kampung Pulo. Penertiban pun sudah mencapai 50 persen dari target yang ada. "Mungkin hari ini akan kita selesaikan," kata Bambang.
Penertiban pemukiman di Kampung Pulo ini untuk membuat sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur. Pembuatan sodetan ini untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di Ibu Kota.
Penertiban di pemukiman di bantara Kali Ciliwung, Kampung Pulo terus berlanjut. Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu menyebut saat ini proses penertiban di wilayah tersebut sudah mencapai setengahnya.
"Kurang lebih sampai kemarin 50 persen bangunan yang ada sudah kita bongkar," kata Bambang Pangestu di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2015).
Penertiban pemukiman tersebut terjadi di tiga Rukun Warga, yakni RW 1, 2 dan 3. Sementara itu, totalnya ada 27 RT, yakni 15 RT di RW 1, enam RT di RW 2 dan enam RT di RW 3. "Sekarang ada di RW 3. Masuk di 16 RT," jelas Bambang.
Pantauan Kompas.com, penertiban mulai dilakukan di bibir Kali Ciliwung. Sementara itu, beberapa warga Kampung Pulo juga tengah mengosongkan rumahnya yang terkena penertiban.
Penertiban pemukiman di Kampung Pulo ini untuk membuat sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur. Pembuatan sodetan ini untuk mengentasi masalah banjir yang terjadi di Ibu Kota.
Satu alat berat ditambah untuk mempercepat penertiban di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur. Alat berat tersebut berjenis ekskavator amfibi. "Sekarang total ada enam ekskavator darat dan dua amfibi. Kemarin cuma satu amfibi," kata Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu, Sabtu (22/8/2015).
Penambahan ekskavator amfibi ini untuk memperkuat penertiban dari jalur Kali Ciliwung. Sebab, penertiban hari ini akan diefektifkan melalui Kali Ciliwung. "Karena dari ekskavtor darat enggak memungkinkan. Banyak rumah-rumah yang di bibir sungai," kata Bambang.
Rumah-rumah di bibir sungai tersebut, lanjut Bambang, tidak terkena seluruhnya. Tidak sedikit bangunan rumah hanya terkena satu atau dua meter. "Terutama di RW 2 ya," kata Bambang.
Pantauan Kompas.com, ekskavator amfibi sudah berada di RW 2. Ekskavator tersebut membongkar beberapa bangunan, termasuk pohon-pohon besar di pinggir Kali Ciliwung.
"Waktu yang disediakan 7 hari," kata Bambang di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2015).
Penertiban pemukiman di Kampung Pulo hari ini dilakukan dari dua sisi. Sisi pertama dari arah Selatan dan sisi kedua dari arah Utara. "Dua-duanya menyusuri Kali Ciliwung," kata Bambang.
Bambang melanjutkan, hari ini pihak pemerintah akan memaksimalkan penertiban pemukiman di Kampung Pulo. Penertiban pun sudah mencapai 50 persen dari target yang ada. "Mungkin hari ini akan kita selesaikan," kata Bambang.
Penertiban pemukiman di Kampung Pulo ini untuk membuat sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur. Pembuatan sodetan ini untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di Ibu Kota.
Penertiban di pemukiman di bantara Kali Ciliwung, Kampung Pulo terus berlanjut. Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu menyebut saat ini proses penertiban di wilayah tersebut sudah mencapai setengahnya.
"Kurang lebih sampai kemarin 50 persen bangunan yang ada sudah kita bongkar," kata Bambang Pangestu di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Sabtu (22/8/2015).
Penertiban pemukiman tersebut terjadi di tiga Rukun Warga, yakni RW 1, 2 dan 3. Sementara itu, totalnya ada 27 RT, yakni 15 RT di RW 1, enam RT di RW 2 dan enam RT di RW 3. "Sekarang ada di RW 3. Masuk di 16 RT," jelas Bambang.
Pantauan Kompas.com, penertiban mulai dilakukan di bibir Kali Ciliwung. Sementara itu, beberapa warga Kampung Pulo juga tengah mengosongkan rumahnya yang terkena penertiban.
Penertiban pemukiman di Kampung Pulo ini untuk membuat sodetan dari Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur. Pembuatan sodetan ini untuk mengentasi masalah banjir yang terjadi di Ibu Kota.
Satu alat berat ditambah untuk mempercepat penertiban di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur. Alat berat tersebut berjenis ekskavator amfibi. "Sekarang total ada enam ekskavator darat dan dua amfibi. Kemarin cuma satu amfibi," kata Lurah Kampung Melayu Bambang Pangestu, Sabtu (22/8/2015).
Penambahan ekskavator amfibi ini untuk memperkuat penertiban dari jalur Kali Ciliwung. Sebab, penertiban hari ini akan diefektifkan melalui Kali Ciliwung. "Karena dari ekskavtor darat enggak memungkinkan. Banyak rumah-rumah yang di bibir sungai," kata Bambang.
Rumah-rumah di bibir sungai tersebut, lanjut Bambang, tidak terkena seluruhnya. Tidak sedikit bangunan rumah hanya terkena satu atau dua meter. "Terutama di RW 2 ya," kata Bambang.
Pantauan Kompas.com, ekskavator amfibi sudah berada di RW 2. Ekskavator tersebut membongkar beberapa bangunan, termasuk pohon-pohon besar di pinggir Kali Ciliwung.
No comments:
Post a Comment