Friday, August 14, 2015

'Mati Suri' 3 Tahun, PLTGU Tambak Lorok Beroperasi Penuh Bulan Depan

Mati Suri 3 Tahun, PLTGU Tambak Lorok Beroperasi Penuh Bulan Depan
Jakarta -Pemerintah tengah menggenjot proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah berkapasitas 1.000 MW yang selama ini 'mati suri'.

Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN Amin Subekti memastikan, proyek tersebut akan mulai beroperasi penuh bulan September 2015 atau mundur dari waktu yang dijadwalkan Agustus 2015.

"Itu baru mau September kan ya. Ya telat sebulan, iya memang harusnya Agustus tapi ada beberapaadjustment-lah, nanti September deh full capacity," ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (14/8/2015).

Amin menyebutkan, saat ini pengoperasian PLTG Tambak Lorok masih minim lantaran belum ada pasokan gas dan pipa penyalur gas untuk mendukung pengoperasian PLTG tersebut.

"Sekarang masih minimum, nanti kan akan ada pipas gas Kalimantan Jawa (Kalija) 1 masuk," sebut dia.

Seperti diketahui, tahun lalu PLTGU berkapasitas 1.033 MW ini beroperasi secara minim setelah mati suri selama dua tahun. Dikatakan beroperasi minim karena hanya mendapat pasokan gas dari Lapangan Gundih-Pertamina EP sebanyak 50 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

Sementara itu, pemerintah juga tengah mempercepat terlaksananya Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) 450 MW di Grati, Pasuruan, Jawa Timur. Ditargetkan, proyek tersebut akan selesai awal tahun 2017.

"Grati nanti baru diteken jadi dipercepat di konsesinya saja, 450 MW, tinggal percepat eksekusinya. Kalau Grati itu 18 bulan dari groundbreakinghopefully kita mulai kerja bulan September ditambah 18 bulan, jadi awal 2017 sudah jadi, rulenya gitu kalau gas cepat tapi kalau PLTU lama," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment