Thursday, August 20, 2015

Mereka yang Tertolong dengan Kehadiran Pekerja Lepas di Jakarta



Kehadiran pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) di Jakarta mulai terasa manfaatnya. Pekerja lepas yang bertugas menangani kebersihan dan kerusakan ringan dinilai oleh Sadiah (61), Ketua RW 03 Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, sangat menolong pekerjaan di tempatnya sehari-hari. 

"Setelah ada (petugas) PPSU, respons terhadap masalah-masalah kampung lebih cepat (ditangani)," kata Sadiah saat dikunjungi Kompas.com di kediamannya, Kamis (20/8/2015).

Sebelumnya, Sadiah mengaku harus mengajak warga di lingkungannya untuk bekerja bakti membersihkan tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Kerja bakti itu diadakan dua kali sepekan, yakni pada tengah pekan dan akhir pekan.

Ia mengatakan, tak mudah mengajak warga bekerja bakti membersihkan lingkungan. Setelah ada petugas PPSU, Sadiah tidak khawatir karena ada petugas yang bisa diandalkan untuk membantu tempatnya jadi lebih bersih dan nyaman.

Secara terpisah, Lurah Pinangsia Edy Hasnan Bako ingin warga juga memiliki kesadaran untuk memelihara dan merawat lingkungannya. "Jangan sampai sampah plastik satu biji doang di depan rumah harus tunggu (petugas) PPSU. Masyarakat juga harus aktif jaga lingkungannya sendiri," ujar Edy.

Di Kelurahan Pinangsia, ada sebanyak 40 orang petugas PPSU. Para petugas diberi seragam warna oranye dan ditempatkan berdasarkan zonasi tertentu di setiap kelurahan. Jika petugas PPSU menemukan persoalan yang cukup serius di zona mereka, mereka akan melapor ke suku dinas atau dinas terkait.

Petugas PPSU diupah sebesar upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta, yaitu Rp 2,7 juta per bulan.

No comments:

Post a Comment