Friday, August 14, 2015

Perbaikan Sekolah Diundur Tahun Depan, Ahok: Daripada Dikadalin

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengusulkan 2.000 sekolah direhabilitasi tahun ini. Tapi rencana ini diminta Ahok dievaluasi ulang oleh Dinas Pendidikan karena ada beberapa sekolah yang diajukan mencapai Rp 30-50 miliar.

"Ada berapa (ajuan anggaran) yang nggak masuk akal, jadi kita hentikan. Sekarang harga satuannya nggak masuk akal," kata Ahok saat dikonfirmasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015).

"Dia gunakan harga satuan yang sama. Kamu hitung gini saja, masuk akal nggak sih rehab sekolah ada yang Rp 30-50 miliar?" tanyanya.

Soal besarnya dana yang diajukan, Ahok berkelakar, membengkaknya anggaran karena sekolah yang akan direhabilitasi memiliki 40 lantai. Ahok tetap menyebut anggaran puluhan miliar terlalu mahal meski Kadis Pendidikan Arie Budhiman menyebut anggaran khususnya untuk komplek SMAN 19 Tambora masuk dalam salah satu cagar budaya.

"Nggak usah cagar budaya, kamu hitung saja bangun gedung itu kalau biasa Rp 5 juta per meter. Ya kan kalau Rp 5 juta per meter, memang bangun sampai 1 hektar? Nggak masuk akal! Bukan bangun baru loh, rehab," kata Ahok.

"Tapi kita udah ketangkap kok (modus permainan harganya). Begitu kita turunkan dan periksa, memang harga satuannya kemahalan," sambungnya.

Ahok pun dibuat heran dengan sistem yang terlalu aneh. Sedari awal dirinya bersama Jokowi memimpin DKI Jakarta, Dinas Pendidikan dinilai paling banyak masalahnya.

"Yang ikut lelang berapa, ada konsultan putusin harga barangnya berapa. Jadi berapa pun kalau itu kata konsultan, kalau masuk akal boleh. Itu yang lucu," terang dia.

"Bukan dari dulu. Jadi begitu kami masuk, saya sudah tahu Dinas Pendidikan itu ngaco," imbuhnya.

Beberapa sekolah pun proyek rehabilitasinya ditunda hingga 2016 mendatang, termasuk SMP 159 Tambora. Para siswa sekolah tersebut saat ini  harus belajar di musala atau perpustakaan karena kondisi kelas yang tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

"Ada beberapa yang dihentikan, kita DED (Detailed Engineering Desaign) lagi ada beberapa. Pokoknya begini saja lah, kita lebih baik tunda 2016 baru rehabilitasi. Kan (APBD) Perubahan nggak mungkin keburu, daripada dikadalin harga mahal terus. Itu saja," tutup Ahok.

Sebelumnya, Kadis Pendidikan DKI Arie Budhiman pun membenarkannya terjadi di kompleks SMAN 19 Tambora, Jakbar. Tak ayal biaya rehabilitasinya mencapai Rp 49 miliar. Namun proses rehabilitasi itu diurungkannya, sesuai dengan arahan Ahok.

"Memang benar ada dana tepatnya Rp 49 miliar itu di kompleks SMA Negeri 19. Di sana ada 3 SD, 1 SMP dan 1 SMA. Ini adalah perencanaan tahun yang lalu. Saya diberikan tugas untuk melakukan efisiensi," kata Arie, hari ini. 

No comments:

Post a Comment