Kini relokasi penduduk Kampung Pulo Jakarta Timur sudah dilaksanakan. Namun sebelum mengeksekusi kebijakannya, Gubernur DKI Basuki T Purnama lebih dulu menempatkan intelijen untuk mencermati cara warga bertahan di lokasi langganan banjir itu.
"Di Kampung Pulo, saya nggak mau ada lagi drama, sinetron TV (soal) banjir. Nggak mau lagi saya," tutur Ahok.
Ini dinyatakan Ahok saat rapat rapat dengan Komunitas Ciliwung Merdeka di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 24 Juli 2015 yang lalu. Rekaman videonya diunggah Pemprov DKI ke Youtube pada 25 Juli.
Ahok mengirim mata-mata ke Kampung Pulo. Hasilnya, informasi bahwa ada yang meraup untung dari banjir Kampung Pulo. Ada yang hidup dari bantuan yang datang untuk membantu korban banjir.
"Karena sebagian orang sana (Kampung Pulo), kita kasih intel, (ternyata) memanfaatkan hidup dari bantuan. (Mereka menjadi) Kesenangan," tutur Ahok.
Dia tak mau memanja penduduk Kampung Pulo dengan cara terus membiarkan mereka hidup dari bantuan banjir. Ahok bertindak selaku orang tua yang mendidik anaknya, seorang bapak yang tak ingin anaknya menjadi manja lantaran terus diberi bantuan.
"Sebagai orang tua, ada anak manja maka nggak bisa. Anak nakal ya diusir dari rumah. Kita mau menolong anak yang baik saja," tutur Ahok.
Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menyatakan telah menghabiskan miliaran rupiah untuk membersihakn Sungai Ciliwung dari sampah-sampah. Uang itu digunakan untuk menggerakkan personel tentara yang bekerja membersihkan sungai ikonik Jakarta itu.
Ini dinyatakan Ahok saat rapat rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Komunitas Ciliwung Merdeka, advokat, dan arsitek, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 24 Juli 2015 yang lalu. Rekaman videonya diunggah di Youtube oleh Pemprov DKI pada 25 Juli.
"Bagi saya, Ciliwung adalah urat nadi Jakarta. Ciliwung begitu indah, begitu berharga, saya sampai habis miliaran kasih tentara supaya membersihkan sampah-sampah, turun," kata Ahok dalam video itu.
Sebagaimana diketahui, memang pihak TNI kerap membersihkan Sungai Ciliwung. Kegiatan semacam itu sudah biasa dilakukan. Ahok menyebut hasil kerja tentara-tentara itu.

"Sekarang (Ciliwung di wilayah) Kopassus bagus sekali arinya itu . Kasih dia duit ini, bikin lapangan tembak segala macam. Karena bagi saya Ciliwung ini tempat wisata yang baik," tuturnya.
Saat rapat ini berlangsung, Ahok masih membahas soal Peraturan Gubernur yang akan dia bikin untuk mengakomodir kepentingan uang kerohiman bagi penduduk relokasi bantaran Sungai. Namun seperti diketahui, belakangan Ahok memang tak jadi memberi uang semacam itu, kecuali dari uang pribadinya dalam bentuk uang saku Rp 5 juta kepada yang berminat angkat kaki dari Jakarta.
"Saya baru tadi pagi minta ke Dinas PU tata air. Saya mau bikin Pergub khusus Ciliwung yang boleh kita kasih uang kerohiman untuk lihat asli yang di hulu itu. Karena saya nggak mau seatpile. Saya mau betul-betul hutan saya mesti kuasai dong, kiri-kanannya supaya nggak diduduki," tutur Ahok dalam video itu.
"Di Kampung Pulo, saya nggak mau ada lagi drama, sinetron TV (soal) banjir. Nggak mau lagi saya," tutur Ahok.
Ini dinyatakan Ahok saat rapat rapat dengan Komunitas Ciliwung Merdeka di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 24 Juli 2015 yang lalu. Rekaman videonya diunggah Pemprov DKI ke Youtube pada 25 Juli.
Ahok mengirim mata-mata ke Kampung Pulo. Hasilnya, informasi bahwa ada yang meraup untung dari banjir Kampung Pulo. Ada yang hidup dari bantuan yang datang untuk membantu korban banjir.
"Karena sebagian orang sana (Kampung Pulo), kita kasih intel, (ternyata) memanfaatkan hidup dari bantuan. (Mereka menjadi) Kesenangan," tutur Ahok.
Dia tak mau memanja penduduk Kampung Pulo dengan cara terus membiarkan mereka hidup dari bantuan banjir. Ahok bertindak selaku orang tua yang mendidik anaknya, seorang bapak yang tak ingin anaknya menjadi manja lantaran terus diberi bantuan.
"Sebagai orang tua, ada anak manja maka nggak bisa. Anak nakal ya diusir dari rumah. Kita mau menolong anak yang baik saja," tutur Ahok.
Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) menyatakan telah menghabiskan miliaran rupiah untuk membersihakn Sungai Ciliwung dari sampah-sampah. Uang itu digunakan untuk menggerakkan personel tentara yang bekerja membersihkan sungai ikonik Jakarta itu.
Ini dinyatakan Ahok saat rapat rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Komunitas Ciliwung Merdeka, advokat, dan arsitek, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada 24 Juli 2015 yang lalu. Rekaman videonya diunggah di Youtube oleh Pemprov DKI pada 25 Juli.
"Bagi saya, Ciliwung adalah urat nadi Jakarta. Ciliwung begitu indah, begitu berharga, saya sampai habis miliaran kasih tentara supaya membersihkan sampah-sampah, turun," kata Ahok dalam video itu.
Sebagaimana diketahui, memang pihak TNI kerap membersihkan Sungai Ciliwung. Kegiatan semacam itu sudah biasa dilakukan. Ahok menyebut hasil kerja tentara-tentara itu.
"Sekarang (Ciliwung di wilayah) Kopassus bagus sekali arinya itu . Kasih dia duit ini, bikin lapangan tembak segala macam. Karena bagi saya Ciliwung ini tempat wisata yang baik," tuturnya.
Saat rapat ini berlangsung, Ahok masih membahas soal Peraturan Gubernur yang akan dia bikin untuk mengakomodir kepentingan uang kerohiman bagi penduduk relokasi bantaran Sungai. Namun seperti diketahui, belakangan Ahok memang tak jadi memberi uang semacam itu, kecuali dari uang pribadinya dalam bentuk uang saku Rp 5 juta kepada yang berminat angkat kaki dari Jakarta.
"Saya baru tadi pagi minta ke Dinas PU tata air. Saya mau bikin Pergub khusus Ciliwung yang boleh kita kasih uang kerohiman untuk lihat asli yang di hulu itu. Karena saya nggak mau seatpile. Saya mau betul-betul hutan saya mesti kuasai dong, kiri-kanannya supaya nggak diduduki," tutur Ahok dalam video itu.
No comments:
Post a Comment