Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) datang menghadiri Musyawarah Daerah III Dharma Wanita pagi ini. Ahok meminta agar ikatan istri-istri PNS DKI tersebut bisa menjadi pemerhati seluruh warga Ibu Kota, khususnya yang kurang mampu.
"Kita berharap Dharma Wanita bisa jadi pemerhati. Kalau bisa jadi pemerhati di Jakarta, luar biasa. Banyak orang miskin (di sini)," ujar Ahok saat memberikan sambutan di Kantor Dinas Pelayan Pajak Daerah (Dispenda), Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Ahok berpesan agar Dharma Wanita bisa membantu roda perekonomian masyarakat pada umumnya dan suami khususnya dengan cara mengembangkan koperasi usaha kecil menengah dan perdagangan (KUKMP). Dia juga tidak menampik pasti ada di antara kelompok Dharma Wanita itu yang suaminya terkena demosi (penurunan jabatan).
"Saya ingin ibu-ibu bantu perekonomian dan kesehatan. Saya tidak menghindari mungkin suami ibu-ibu kena demosi (pencopotan). Saya nggak bisa biarin Jakarta hancur di tangan suami yang munafik. Nggak ada toleransi. Kita sudah lama hidup di Jakarta dalam kemunafikan," terangnya.
Ahok meminta kepada ibu-ibu untuk lebih memperhatikan jajanan di lingkungan sekitar, terutama untuk anak-anak. Sebab tidak sedikit hasil BPOM menunjukkan adanya zat berbahaya, seperti rhodamin dan pewarna.
Soal ukuran kemiskinan, Ahok tidak setuju apabila indikator kemiskinan diukur dari jumlah kalori. Sebab dengan begitu, seseorang yang secara ekonominya pas-pasan namun mengonsumsi lebih dari itu dianggap tidak miskin. Padahal menurutnya hal itu belum tentu benar adanya.
Soal pendidikan pun, Ahok minta agar Dharma Wanita bisa lebih peka membantu anak-anak yang ijazahnya tersangkut. Terlebih, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di madrasah.
"Saya minta ibu cari anak-anak saudara atau pembantu yang kesulitan menebus ijazah dan tak bisa sekolah. Yang susah di madrasah, banyak orang miskin yang sekolah di sana. Susah mengurus ke kanwil, mereka nggak dapat KJP," kata dia.
"Tolong ibu-ibu kalau ketemu mereka bantu kami daftarkan mereka ke KJP (Kartu Jakarta Pintar) supaya nggak putus sekolah. Tolong ibu-ibu cari siswa yang belum punya KJP. Kedua, bantu kami juga orang agar memiliki BPJS Kesehatan," imbuhnya.
Terakhir sebelum mengakhiri sambutannya, Ahok mengingatkan kepada Dharma Wanita agar tidak 'membelokkan' kepala suaminya yang sudah lurus. "Kalau suami-suami ibu sudah lurus jangan menyuruh korupsi," ujarnya.
"Kita berharap Dharma Wanita bisa jadi pemerhati. Kalau bisa jadi pemerhati di Jakarta, luar biasa. Banyak orang miskin (di sini)," ujar Ahok saat memberikan sambutan di Kantor Dinas Pelayan Pajak Daerah (Dispenda), Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015).
Ahok berpesan agar Dharma Wanita bisa membantu roda perekonomian masyarakat pada umumnya dan suami khususnya dengan cara mengembangkan koperasi usaha kecil menengah dan perdagangan (KUKMP). Dia juga tidak menampik pasti ada di antara kelompok Dharma Wanita itu yang suaminya terkena demosi (penurunan jabatan).
"Saya ingin ibu-ibu bantu perekonomian dan kesehatan. Saya tidak menghindari mungkin suami ibu-ibu kena demosi (pencopotan). Saya nggak bisa biarin Jakarta hancur di tangan suami yang munafik. Nggak ada toleransi. Kita sudah lama hidup di Jakarta dalam kemunafikan," terangnya.
Ahok meminta kepada ibu-ibu untuk lebih memperhatikan jajanan di lingkungan sekitar, terutama untuk anak-anak. Sebab tidak sedikit hasil BPOM menunjukkan adanya zat berbahaya, seperti rhodamin dan pewarna.
Soal ukuran kemiskinan, Ahok tidak setuju apabila indikator kemiskinan diukur dari jumlah kalori. Sebab dengan begitu, seseorang yang secara ekonominya pas-pasan namun mengonsumsi lebih dari itu dianggap tidak miskin. Padahal menurutnya hal itu belum tentu benar adanya.
Soal pendidikan pun, Ahok minta agar Dharma Wanita bisa lebih peka membantu anak-anak yang ijazahnya tersangkut. Terlebih, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di madrasah.
"Saya minta ibu cari anak-anak saudara atau pembantu yang kesulitan menebus ijazah dan tak bisa sekolah. Yang susah di madrasah, banyak orang miskin yang sekolah di sana. Susah mengurus ke kanwil, mereka nggak dapat KJP," kata dia.
"Tolong ibu-ibu kalau ketemu mereka bantu kami daftarkan mereka ke KJP (Kartu Jakarta Pintar) supaya nggak putus sekolah. Tolong ibu-ibu cari siswa yang belum punya KJP. Kedua, bantu kami juga orang agar memiliki BPJS Kesehatan," imbuhnya.
Terakhir sebelum mengakhiri sambutannya, Ahok mengingatkan kepada Dharma Wanita agar tidak 'membelokkan' kepala suaminya yang sudah lurus. "Kalau suami-suami ibu sudah lurus jangan menyuruh korupsi," ujarnya.
No comments:
Post a Comment