Monday, September 7, 2015

Bambang Soesatyo: Pertemuan Novanto dengan Trump Si Raja Judi Tidak Elok

Pertemuan Ketua DPR RI Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan delegasi DPR RI lainnya dengan bakal capres AS Donald Trump panen kritik. Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai kunjungan itu tidak elok.

"Harus diakui kunjungan ke salah satu balon presiden AS tersebut kurang elok karena masih ada calon atau kandidat lainnya," kata Bambang dalam siaran pers, Selasa (8/9/2015).

Bendahara Umum Golkar hasil Munas Bali itu menyesalkan kunjungan tersebut. Karena latar belakang Trump yang kontroversial. 

"Lebih dari itu, yang juga patut disesalkan adalah profil Trump sendiri yang bagi masyarakat Indonesia kurang positif. Yakni raja judi, rasis dan di-stigma anti islam," sesal Bambang.

Namun Bambang tidak mau ikut melaporkan Novanto yang juga Waketum Golkar hasil Munas Bali ke Mahkamah Kehormatan Dewan. "Tapi kita juga tidak bisa menghalang-halangi mereka para anggota fraksi lain ingin melapor ke MKD," papar Bambang.

"Kita serahkan sepenuhnya pada mekanisme, kebijakan, pertimbangan dan keputusan MKD. Kami berharap sanksi MKD (jika ada) maksimal hanya teguran lisan. Maklumlah para pimpinan DPR itu belum satu tahun menjabat. Mungkin masih mencari bentuk dan format. Jadi, kalau ada salah-salah kata atau salah-salah langkah, dengan segala kerendahan hati mohon dimaafkan," pungkasnya.

Kursi Pimpinan DPR digoyang usai para Pimpinan DPR bertemu Donald Trump di Amerika Serikat. Fahri Hamzah menilai isu pertemuan dengan Trump sengaja diarahkan untuk melengserkan kepemimpinan di DPR.

"Jijik saya dengan rebutan kursi itu. Padahal keadaan ekonomi sedang begini," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Menurutnya keadaan ekonomi Indonesia sedang sulit. Seharusnya publik menyoroti pembenahan ekonomi hingga kebakaran hutan di Sumatera. Namun sekarang DPR malah berebut kursi pimpinan.

"Siapa yang mau ambil kursi saya, ambil saja sekarang. Saya bukakan pintunya, mumpung Pak Novanto sama Fadli nggak ada," ujar Fahri.

Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon memang sedang berada di AS, usai bertemu dengan Trump beberapa waktu lalu. Fahri memandang pertemuan Pimpinan DPR dengan Trump adalah wajar.

"Orang ketemu pengusaha itu biasa. Anggota parlemen seluruh dunia kalau ke kita juga bertemu pengusaha. Dan jangan lupa, Pak Novanto itu dulunya juga pengusaha," tutur Fahri.

Trump adalah pengusaha, dan pertemuan dengan pengusaha memang biasa dilakukan saat kunjungan kerja ke luar negeri. Soal Trump sebagai kandidat calon presiden AS, Fahri berpandangan saat ini AS belum memasuki masa kampanye.

No comments:

Post a Comment