Sunday, September 6, 2015

DPRD DKI Dukung Rencana Ahok Lebarkan Trotoar Kawasan Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berwacana ingin melebarkan trotoar di sepanjang Jalan Jend Sudirman-MH Thamrin setelah proyek MRT rampung. Mendengar itu, DPRD DKI menilai langkah ini baik dan mendukung rencana Ahok tersebut.

"Kalau mau dilebarin (trotoar) saya kira dibuka pagar gedung. Saya kira selama itu bagus, kita mendukung," ujar Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik saat dikonfirmasi di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Menurut politisi Gerindra itu, sebenarnya ide pelebaran trotoar sudah lama tercetus. Adalah Gubernur DKI Jakarta periode 1992-1997, Suryadi Soedirdja disebutnya pertama kali menceruskan ide tersebut.

Ahok sempat menyebut lebar trotoar akan ditambah dan memindahkan sejumlah pepohonan yang tertanam di separator jalan sepanjang kawasan Jend Sudirman dipindahkan ke pinggir trotoar. Hal ini dinilai sah-sah saja oleh Taufik, asalkan jangan sembarang menebang pohon apalagi sampai merusak lingkungan.

"(Kalau jalan yang dilebarin) Mau dilebarin ke mana? Saya kira boleh saja, tapi pasti WALHI teriak (kalau sampai ada) penebangan pohon. Kalau idenya bagus kita dukung," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ahok ingin menerapkan konsep pedestarian di sepanjang jalan protokol bisa terwujud seperti di Kota New York dan Tokyo. Oleh karenanya, dengan melebarkan trotoar bisa membuat ruas jalan untuk kendaraan bisa lebih lengang.

"Jalur lambat kita kan ada tanaman itu. Pohonnya mau kita pindahin ke trotoar sekarang. Jadi trotoar dilebarkan, terus yang pagar orang juga dibuka. Jadi langsung betul-betul nyambung dan mereka (gedung perkantoran) bisa gunakan lobby-nya itu untuk bikin cafe ata restoran yang cepat saji," kata Ahok di Balai Kota, hari ini.

Untuk merealisasikannya, Ahok pun akan melakukan sosialisasi dengan pemilik gedung perkantoran di sepanjang Jalan Jend Sudirman hingga MH Thamrin agar bersedia mendukung rencana Pemprov dalam penataan Ibu Kota. Gedung-gedung perkantoran nanti bisa membangun kafetaria di halaman depannya setelah pedestarian sudah diperluas.

Sehingga kata Ahok, bisa menjadi tempat hangout warga Ibu Kota selama 24 jam. Nah, untuk menambah suasana di setiap gedung perkantoran juga nanti bisa dipasang layar LED untuk menampilkan berbagai tayangan.

"Kalau dulu kan kantor kan hanya buat mereka sendiri. Nah, kita bisa bayangkan kalau semua kantor ada satpam dan CCTV terus antar kantor temboknya juga kita bongkar jadi betul-betul satu? Besar untuk orang bisa duduk-duduk di depan. Trotoar yang lebar bisa kasih kursi-kursi. Itu akan jadi tempat hangout dengan dinding kaca yang bagus kan," terangnya. 

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berencana memperlebar trotoar sepanjang Jalan Jend Sudirman dan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Ahok mengatakan, program itu bisa saja dilakukan jika pengerjaan mass rapid transportation (MRT) selesai.

"Kita tunggu selesai MRT nutup tinggal bor di dalam, sudah mulai rapiin kita akan geser (trotoarnya)," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, tidak ada prinsip penyempitan jalan di Ibu Kota. Oleh karenanya, dengan melebarkan trotoar bisa membuat ruas jalan untuk kendaraan bisa lebih lengang.

"Prinsip jalan kan bukan ngecilin jalan, yang penting kalau 4 jalur ya 4 jalur. Jangan ada 6 terus jadi 5 atau 4 (jalur), itu macet. Jadi lebih baik dia 4 atau 2 jalur, 2 jalur terus gitu," lanjutnya.

"Jalur lambat kita kan ada tanaman itu. Pohonnya mau kita pindahin ke trotoar sekarang. Jadi trotoar dilebarkan, terus yang pagar orang juga dibuka. Jadi langsung betul-betul nyambung dan mereka (gedung perkantoran) bisa gunakan lobby-nya itu untuk bikin cafe ata restoran yang cepat saji," kata Ahok.

Untuk merealisasikannya, Ahok pun akan melakukan sosialisasi dengan pemilik gedung perkantoran di sepanjang Jalan Jend Sudirman hingga MH Thamrin agar bersedia mendukung rencana Pemprov dalam penataan Ibu Kota. Gedung-gedung perkantoran nanti bisa membangun kafetaria di halaman depannya setelah pedestarian sudah diperluas.

Sehingga kata Ahok, bisa menjadi tempat hangout warga Ibu Kota selama 24 jam. Nah, untuk menambah suasana di setiap gedung perkantoran juga nanti bisa dipasang layar LED untuk menampilkan berbagai tayangan.

"Kalau dulu kan kantor kan hanya buat mereka sendiri. Nah, kita bisa bayangkan kalau semua kantor ada satpam dan CCTV terus antar kantor temboknya juga kita bongkar jadi betul-betul satu? Besar untuk orang bisa duduk-duduk di depan. Trotoar yang lebar bisa kasih kursi-kursi. Itu akan jadi tempat hangout dengan dinding kaca yang bagus kan," terangnya.

"Saya minggu ini mau sosialisasi dulu ke pemilik gedung, saya mau kasih dia insentif untuk boleh buka di bawah jadi cafe. Jadi istilah anak muda itu tempat hang out gitu. Bayangin hangout di Sudirman-Thamrin, trotoarnya lebar terus saya kasih insentif dia pasang LED di dinding-dinding gedungnya. Kalau cuma kasih tayangan yang bukan iklan, dia nggak perlu bayar pajak," sambung Ahok.

Ahok menyebut tidak mudah pasti untuk merealisasikan rencananya tersebut, sebab sudah pasti ada pertentangan dan penolakan dari berbagai perusahaan iklan. Adapun jenis tayangan di LED itu tidak dibatasi oleh Pemprov, namun apabila perusahaan menerima iklan-iklan produk maka harus membayar pajak.

"Kalau kamu terima iklan dari luar, bagi hasil saja 70-30. Ini yang menentang perusahaan iklan, kalau dulu kamu punya gedung pun mau jualan iklan harus lewat perusahaan iklan nah kalau sekarang saya ubah. Semua pemilik gedung asal bisa pasang, jadi orang bisa tambah ramai," kata dia.

"Nah, kita juga Semanggi kita juga akan bangun, buat ligkaran gitu dan kasih lampu-lampu yang baik juga. Jadi bisa duduk, kan sudah selesai juga MRT. Jadi Jakarta berubah lah. Ada satu wajah yang beda lah," pungkasnya.

Sebelum ini, Ahok mengungkapkan rencana pelebaran trotoar saat memberi sambutan di hadapan Dubes Jepang untuk RI, Yasuaki Tanizaki pada Minggu (6/9) lalu di Plaza Senayan, Jakarta Pusat. Dia ingin menerapkan konsep pedestarian di sepanjang jalan protokol bisa terwujud seperti di Kota New York dan Tokyo.


No comments:

Post a Comment