Ahmed Mohamed (14) pelajar MacArthur High School menjadi pembicaraan publik karena jam digital buatannya yang disangka bom oleh pihak sekolah. Ahmed sempat diborgol dan dibawa ke kantor polisi untuk diintrogasi.
Kasus Ahmed ini mendapat perhatian dan dukungan banyak pihak, Ahmed sempat menjadi trending topic world wide Twitter dengan tagar #IStandWithAhmed. Bahkan Presiden Obama hingga CEO Facebook juga memberikan dukungannya. Ahmed diudang ke Gedung Putih dan kantor Facebook.
Dikutip dari northdallasgazette.com, Ahmed berasal dari keluarga keturunan Sudan yang menjadi imigran di Amerika Serikat sejak tahun 1980an. Ayahnya bernama Mohamed Elhassan Mohamed yang memiliki 7 orang anak.
Ayah Ahmed awalnya tinggal Manhattan dengan berjualan hotdog, permen dan koran. Namun hidupnya tak membaik sehingga dia pindah ke Dallas, Texas. Di Texas dia pernah menjadi penganter pizza dan menjadi sopir taksi, sampai akhirnya bisa mempunyai perusahaan taksi sendiri dan dijual ke perusahaan taksi Yellow Cab.
Ayah Ahmed memliki usaha reparasi komputer di Irving, Texas. Tahun 2010 dan 2015 pernah mengajukan diri menjadi presiden Sudan, namun tidak lolos seleksi. Dia juga pernah menantang pendeta di Florida yang membakar Alquran, Terry Jones.
Dilansir nydailynews.com Elhassan mengatakan anaknya Ahmed merupakan remaja cerdas dan brilian. "Saya bangga kepada anak saya. Dia sangat pintar dan brilian," ucap Elhassan
Menurut Elhassan, Ahmed sangat suka mengotak-atik barang-barang di rumah. Ahmed juga suka memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak.
"Dia memperbaiki mobil saya, perabot elektronik, HP saya, TV saya, Go-cart nya, komputer saya. Ini jujur saya katakan," kata Elhassan.
Kasus Ahmed ramai di media sosial. Tagar #IStandWithAhmed pun sempat menjadi trending topic world wide. Kasus ini menghebohkan Amerika Serikat karena polisi dan guru dianggap diskriminatif. Banyak yang kemudian mendukung Ahmed. Termasuk Presiden AS Barack Obama yang mengundangnya ke Gedung Putih.
"Jam yang keren Ahmed. Maukah kamu membawanya ke Gedung Putih? Kita harus menginspirasi lebih banyak anak seperti kamu agar menyukai ilmu sains. Itulah yang membuat Amerika hebat," tulis Obama di Twitter resminya.
Dok Twitter
Ahmed Mohamed (14) siswa MacArthur High School mendadak terkenal karena jam digital buatannya yang dianggap bom oleh pihak sekolah. Ahmed diborgol dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi oleh petugas.
Kasus ini menghebohkan Amerika Serikat karena polisi dan guru dianggap diskriminatif. Banyak yang kemudian mendukung Ahmed. Termasuk Presiden AS Barack Obama yang mengundangnya ke Gedung Putih.
Ahmed mengaku senang mendapat undangan dari Obama dan akan memenuhi undangan tersebut. Dilansir dari Dailymail, Jumat (18/9/2015) dalam interview bersama GMA, Ahmed memastikan akan datang ke Gedung Putih dan bertemu dengan Presiden Obama. "Saya harap bisa segera bertemu Presiden," kata Ahmed. Ahmad juga mengaku senang atas undangan dan dukungan para tokoh seperti CEO Facebook Mark Zuckerberg, bakal calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan NASA. Juga universitas idaman Ahmed, Massachusett Institute of Technology (MIT) yang juga ikut mengundangnya ke sana. "Saya berharap bisa ke sana," ucapnya Kasus Ahmed ini membuah heboh Amerika Serikat dan media sosial langsung bereaksi terhadap apa yang menimpa Ahmed. Tagar #IStandWithAhmed pun sempat menjadi trending topic world wide. Banyak yang kemudian mendukung Ahmed. Salah satunya Presiden AS Barack Obama yang mengundangnya ke Gedung Putih. "Jam yang keren Ahmed. Maukah kamu membawanya ke Gedung Putih? Kita harus menginspirasi lebih banyak anak seperti kamu agar menyukai ilmu sains. Itulah yang membuat Amerika hebat," tulis Obama di Twitter resminya beberapa waktu lalu. |
Dok Twitter
No comments:
Post a Comment