Fenomena menarik terjadi menjelang digelarnya pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015 ini. Sejumlah kepala daerah incumbent (petahana) memilih maju lewat jalur independen bukan melalui partai politik.
Ada nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini masih menjabat Gubernur Jakarta. Pada 2012 lalu Ahok menjadi pendamping Joko Widodo di Pilgub DKI. Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra.
Dalam perjalanannya Jokowi terpilih sebagai presiden, Ahok pun menjadi gubernur. Dia berencana kembali maju dalam Pilkada DKI yang akan digelar 2017 nanti.
Besar kemungkinan Ahok akan maju dari jalur independen, bukan lewat partai politik. Sejumlah relawan pun mulai bergerak mengumpulkan satu juta fotokopi kartu tanda penduduk untuk Ahok.
Pada Juni lalu Ahok mengaku siap mencalonkan diri dari jalur independen bila ada satu juta fotokopi KTP dukungan. "Ambil dong (kalau ada yang dukung). Kalau ada sejuta yang dukung kenapa nggak," kata Ahok usai Safari Ramadan di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2015).
Saat ini, selain Ahok, mulai bermunculan nama-nama sebagai calon gubernur Jakarta. Ada Sandiaga Salahuddin Uno dan Adhyaksa Dault.
Ahok yakin warga Jakarta akan cerdas memilih pemimpin berdasarkan program dan membandingkannya dengan apa yang sudah dilakukan Ahok selama ini. "Semua orang pasti buat program. Saya sudah buat program begitu banyak, makin banyak yang maju, ya dia enggak mungkin nyebutin program yang saya bikin," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Dalam catatan detikcom, selain Ahok ada nama-nama calon kepala daerah yang kini memilih jalur independen. Misalnya, Neni Moerniaeni, politisi Partai Golkar yang memilih maju dari jalur independen di Pilwalkot Bontang, Kalimantan Timur.
Nama lainnya yang memilih maju pilkada melalui jalur independen adalah politisi Partai Golkar Rita Widyasari di Pilbup Kutai Kartanegara, Tigor Panusunan Siregar di Pilbup Labuhan Batu, Suhari di Pilbup Labuhan Batu, Marganti Manullang di Pilbup Humbang Hasundutan, Syahrianto di Pilbup Serdang Bedagai, Ilyas Sabli di Pilbup Natuna, Dadang Mohammad Naser di Pilbup Bandung, dan Muhidin di Pilwalkot Banjarmasin.
Mengapa mereka memilih lewat jalur independen bukan parpol?
Partai Gerindra mengaku punya banyak stok kader yang dinilai pantas untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2015. Hingga saat ini, partai pimpinan Prabowo Subianto belum menentukan pilihan.
"Gerindra punya kader terbaik, banyak sekali kader Gerindra yang siap diusung. Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Biem Benyamin. Dari DPRD, Pak Taufik dan Sanusi. Juga ada Adhyaksa Dault, dekat dengan Gerindra," ungkap Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015).
Riza sendiri pernah maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI 2012. Apa Riza juga termasuk salah satu kandidat?
"Iya, bisa," jawabnya.
Menurut Riza, semua nama potensial itu harus melalui proses untuk nantinya bisa mendapat dukungan dari Gerindra. Soal koalisi, dia menyebut saat ini kondisi di semua daerah dinamis.
"Harus melalui proses yang ada. Siapapun yang nanti kader terbaik, didukung," kata Wakil Ketua Komisi II DPR ini.
Nama-nama yang disebut Riza memang sudah lalu lalang di bursa Pilgub DKI 2017. Lalu, siapa yang nantinya akan menjadi penantang Ahok?
Ada nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini masih menjabat Gubernur Jakarta. Pada 2012 lalu Ahok menjadi pendamping Joko Widodo di Pilgub DKI. Mereka diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerindra.
Dalam perjalanannya Jokowi terpilih sebagai presiden, Ahok pun menjadi gubernur. Dia berencana kembali maju dalam Pilkada DKI yang akan digelar 2017 nanti.
Besar kemungkinan Ahok akan maju dari jalur independen, bukan lewat partai politik. Sejumlah relawan pun mulai bergerak mengumpulkan satu juta fotokopi kartu tanda penduduk untuk Ahok.
Pada Juni lalu Ahok mengaku siap mencalonkan diri dari jalur independen bila ada satu juta fotokopi KTP dukungan. "Ambil dong (kalau ada yang dukung). Kalau ada sejuta yang dukung kenapa nggak," kata Ahok usai Safari Ramadan di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2015).
Saat ini, selain Ahok, mulai bermunculan nama-nama sebagai calon gubernur Jakarta. Ada Sandiaga Salahuddin Uno dan Adhyaksa Dault.
Ahok yakin warga Jakarta akan cerdas memilih pemimpin berdasarkan program dan membandingkannya dengan apa yang sudah dilakukan Ahok selama ini. "Semua orang pasti buat program. Saya sudah buat program begitu banyak, makin banyak yang maju, ya dia enggak mungkin nyebutin program yang saya bikin," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/9/2015).
Dalam catatan detikcom, selain Ahok ada nama-nama calon kepala daerah yang kini memilih jalur independen. Misalnya, Neni Moerniaeni, politisi Partai Golkar yang memilih maju dari jalur independen di Pilwalkot Bontang, Kalimantan Timur.
Nama lainnya yang memilih maju pilkada melalui jalur independen adalah politisi Partai Golkar Rita Widyasari di Pilbup Kutai Kartanegara, Tigor Panusunan Siregar di Pilbup Labuhan Batu, Suhari di Pilbup Labuhan Batu, Marganti Manullang di Pilbup Humbang Hasundutan, Syahrianto di Pilbup Serdang Bedagai, Ilyas Sabli di Pilbup Natuna, Dadang Mohammad Naser di Pilbup Bandung, dan Muhidin di Pilwalkot Banjarmasin.
Mengapa mereka memilih lewat jalur independen bukan parpol?
Partai Gerindra mengaku punya banyak stok kader yang dinilai pantas untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2015. Hingga saat ini, partai pimpinan Prabowo Subianto belum menentukan pilihan.
"Gerindra punya kader terbaik, banyak sekali kader Gerindra yang siap diusung. Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Biem Benyamin. Dari DPRD, Pak Taufik dan Sanusi. Juga ada Adhyaksa Dault, dekat dengan Gerindra," ungkap Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2015).
Riza sendiri pernah maju sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI 2012. Apa Riza juga termasuk salah satu kandidat?
"Iya, bisa," jawabnya.
Menurut Riza, semua nama potensial itu harus melalui proses untuk nantinya bisa mendapat dukungan dari Gerindra. Soal koalisi, dia menyebut saat ini kondisi di semua daerah dinamis.
"Harus melalui proses yang ada. Siapapun yang nanti kader terbaik, didukung," kata Wakil Ketua Komisi II DPR ini.
Nama-nama yang disebut Riza memang sudah lalu lalang di bursa Pilgub DKI 2017. Lalu, siapa yang nantinya akan menjadi penantang Ahok?
No comments:
Post a Comment