Anggota DPRD DKI tidak membawa sepeserpun uang kunjungan kerja yang dianggarkan untuk mereka. Meskipun, mereka memiliki jatah uang harian sekitar Rp 430.000 per hari.
Ketua Bagian Keuangan Kesekretariatan Dewan Dame Aritonang mengatakan, semua keuangan diatur oleh staf Kesekretariatan Dewan yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut.
"Ini kan didampingi teman sekretariat dan dari staf komisi. Dikoordinir sama teman-teman. Jadi kami transfer ke rekening pendamping masing-masing komisi. Mereka yang urus," ujar Dame di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (9/9/2015).
Dengan demikian, maka setiap urusan anggota Dewan akan diatur oleh staf Kesekretariatan Dewan. Hal tersebut termasuk untuk urusan makan dan transportasi lokal sehari-hari.
"Kan tidak mungkin kalau mau makan, tiap anggota Dewan dimintain terus satu-satu untuk bayar makan. Jadi lebih efektif semua diatur," ujar Dame.
Sebelumnya, semua komisi di DPRD yaitu Komisi A, Komisi B, Komisi C, Komisi D dan Komisi E melaksanakan kunjungan kerja ke provinsi yang berbeda-beda.
"Semua komisi melakukan kunjungan kerja kok. Komisi A itu ke Sulawesi Selatan tepatnya ke kantor pemerintah provinsinya," ujar Kepala Bagian Persidangan Kesekretariatan Dewan Purwana Ansyori di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (9/9/2015).
Purwana mengatakan, kunjungan Komisi A ke Sulawesi Selatan terkait peningkatan pelayanan masyarakat dan ketertiban umum. Selain Komisi A, Komisi B juga melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor.
Sementara itu, Komisi C juga melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat. Purwana juga mengatakan ada dua komisi yang melakukan kunjungan kerja ke Bali yaitu Komisi D dan Komisi E.
Meskipun pergi ke tujuan yang sama, akan tetapi kedua komisi tersebut memiliki bidang pembahasan yang berbeda.
Ketua Bagian Keuangan Kesekretariatan Dewan Dame Aritonang mengatakan, semua keuangan diatur oleh staf Kesekretariatan Dewan yang ikut dalam kunjungan kerja tersebut.
"Ini kan didampingi teman sekretariat dan dari staf komisi. Dikoordinir sama teman-teman. Jadi kami transfer ke rekening pendamping masing-masing komisi. Mereka yang urus," ujar Dame di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (9/9/2015).
Dengan demikian, maka setiap urusan anggota Dewan akan diatur oleh staf Kesekretariatan Dewan. Hal tersebut termasuk untuk urusan makan dan transportasi lokal sehari-hari.
"Kan tidak mungkin kalau mau makan, tiap anggota Dewan dimintain terus satu-satu untuk bayar makan. Jadi lebih efektif semua diatur," ujar Dame.
Sebelumnya, semua komisi di DPRD yaitu Komisi A, Komisi B, Komisi C, Komisi D dan Komisi E melaksanakan kunjungan kerja ke provinsi yang berbeda-beda.
"Semua komisi melakukan kunjungan kerja kok. Komisi A itu ke Sulawesi Selatan tepatnya ke kantor pemerintah provinsinya," ujar Kepala Bagian Persidangan Kesekretariatan Dewan Purwana Ansyori di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (9/9/2015).
Purwana mengatakan, kunjungan Komisi A ke Sulawesi Selatan terkait peningkatan pelayanan masyarakat dan ketertiban umum. Selain Komisi A, Komisi B juga melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor.
Sementara itu, Komisi C juga melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Barat. Purwana juga mengatakan ada dua komisi yang melakukan kunjungan kerja ke Bali yaitu Komisi D dan Komisi E.
Meskipun pergi ke tujuan yang sama, akan tetapi kedua komisi tersebut memiliki bidang pembahasan yang berbeda.
No comments:
Post a Comment