Tuesday, December 22, 2015

Ahok: Tetangga Sebelah Rumah adalah Saudara yang Paling Dekat

KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, di Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, Jakarta Timur. 

RPTRA ini merupakan yang kedelapan yang diresmikan Basuki. Mulai dari RPTRA Sungai Bambu Utara, Gandaria Selatan, Cideng, Kembangan Utara, Pulau Untung Jawa, Cililitan, serta Sunter Jaya. 

"RPTRA tempat kumpul warga. Saya harap warga cepat tahu apa kesulitan tetangga kita. Karena tetangga sebelah rumah adalah saudara yang paling dekat dan berguna dibanding saudara kami yang jauh," kata Basuki saat meresmikan RPTRA Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015). 

Pada kesempatan itu, Basuki juga meminta warga untuk menjual lahan kosong yang mereka miliki kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Nantinya lahan itu akan digunakan untuk membangun RPTRA. 

Tak hanya itu, Basuki juga menjanjikan akan membeli empang serta kebun milik warga. 

"Kalau Bapak Ibu sayang tidak mau pohonnya dipotong, jual kami saja dan tetap kami jadikan kebun atau rusun. Anda bisa tetap main di sana," kata Basuki. 

Di tempat yang sama, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana mengatakan akan ada 9 RPTRA lagi yang dibangun di Jakarta Timur. 

Pertama adalah RPTRA Kebon Pala yang akan diresmikan Basuki, pertengahan bulan Januari 2016. Kemudian RPTRA Cipinang Besar Utara yang masih proses sebesar 50 persen. 

Ketiga RPTRA Rusun Griya Tipar Cakung yang masih proses 45 persen, RPTRA Penggilingan masih proses 35 persen, dan RPTRA Pulo Jahe masih proses 20 persen. 

Kemudian Rusun Cipinang, RPTRA Tengah Giri Kencana, dan RPTRA Utan Kayu Utara yang kontrak perjanjian kerjasamanya masih berada di Biro Tata Pemerintahan. 

"Terakhir, RPTRA Cilangkap belum ada perusahaan CSR (corporate social responsibility)-nya. Mohon petunjuk agar segera bisa dilaksanakan," kata Bambang. 

Di sisi lain, General Manager PT Summarecon Agung Tbk Oon Nusihono mengatakan RPTRA Rusun Pulogebang merupakan CSR dari perusahaannya. Ada enam RPTRA yang dibangun oleh Summarecon. 

"Untuk di Jakarta Timur, ada dua RPTRA, yaitu RPTRA ini dan RPTRA Rusun Tipar Cakung. Kemudian tiga RPTRA di Jakarta Utara dan satu RPTRA di Jakarta Pusat," kata Oon.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan akan mengusir semua penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang menyewakan unit maupun tidak memiliki kartu identitas sesuai domisili.

Dia menegaskan tidak akan pandang bulu ketika mengusir penghuni liar di rusun-rusun.

"Saya harap seluruh penghuni jangan menyewakan atau menjual unit rusun. Saya pasti usir, walaupun ibu hamil atau kakek nenek tidak bisa jalan."

"Saya tegaskan sekali lagi, jangan pakai ancaman ibu hamil atau orang tua, saya tetap usir dan seret keluar," kata Basuki saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).

Basuki menginstruksikan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI untuk memasang kamera pengawas atau CCTV di setiap sudut lantai rusun.

Dengan demikian, semakin mudah mengawasi siapa saja warga yang masuk keluar rusun tersebut.

Bahkan, Basuki menegaskan, dirinya tidak hanya akan mengusir, tetapi juga memenjarakan penghuni liar rusun. Basuki akan memidanakan dengan Pasal UU Perbankan. 

"Saya akan sangat keras soal ini. Enggak usah ancam-ancam saya enggak mau pilih saya, biarin saja enggak pilih gara-gara saya galak," kata Basuki.  

"Enggak usah ngaku-ngaku pemimpin agama mana pun. Mau pendeta atau ustaz, kalau nyewain rusun tetap saya usir, enggak ada urusan," kata Basuki lagi. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berencana membangun 36 tower dengan 300.000 unit rusun tahun 2016 mendatang. 

Adapun anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan rusun itu mencapai Rp 3 triliun.

Warga dikenakan retribusi pemeliharaan lingkungan sebesar Rp 15.000 per harinya.

KOMPAS.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Ika Lestari Aji, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana, Ketua Penggerak TP PKK DKI Veronica Tan, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DKI Happy Djarot Saiful, dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Dien Emmawati saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, di Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015)

 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau agar seluruh rumah susun dipasang pipa gas. 

Sehingga penghuni rusun tidak perlu repot dan kesulitan mengangkat tabung gas dari lantai bawah ke lantai atas.  

"Pakai pipa gas dapat menghemat 40-50 persen harga gas. Bapak Ibu tidak perlu beli tabung gas, ribet angkat tabung gas," kata Basuki, saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rusun Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).  

Kemudian Basuki juga menargetkan pembangunan rusun tahun depan minimal setinggi 16 lantai. 

Tak hanya itu, Basuki menginstruksikan pembangunan rusun menggunakan lift. Selain itu, rusun juga harus dilengkapi taman, klinik, puskesmas, dan lain-lain. 

"Saya enggak mau ada lampu bulat, lampu bohlam kuning kayak begini nih. Saya maunya semua rusun pakai lampu LED yang panjang," kata Basuki.  

Pada kesempatan itu, mantan Bupati Belitung Timur tersebut juga mendorong penanaman tanaman hidroponik. Sehingga membuat rusun tambah hijau. 

Di sisi lain, Basuki juga mempromosikan program "Ketok Pintu Layani Dengan Hati". Program itu membuat warga merasa memiliki dokter, perawat, dan bidan sendiri. 

"Bapak Ibu kalau sakit jangan jadi dokter-dokteran sendiri. Datang ke puskesmas, cek tensi, dan cerita keluhannya apa," kata Basuki.

No comments:

Post a Comment