Tuesday, December 22, 2015

Ditugasi Jokowi Benahi 50 PDAM, Rizal Ramli: Ini Perlu 'Dikepret'

Ditugasi Jokowi Benahi 50 PDAM, Rizal Ramli: Ini Perlu Dikepret
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugasi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, untuk membenahi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Rizal menyanggupi untuk memperbaiki pengelolaan 50 dari 300 PDAM di seluruh Indonesia dalam waktu 2 tahun.

‎"Saya dapat tugas khusus dari Presiden untuk membenahi PDAM. Saya bilang ke Presiden, saya coba dulu 50 dalam 2 tahun, nggak berani 300 (PDAM) sekaligus," kata Rizal dalam konferensi pers di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Rizal mengaku sangat antusias dengan tugas barunya ini. Sebab, mayoritas rakyat Indonesia masih kekurangan air bersih. Di sisi lain, tarif air bersih di Indonesia semakin mahal dan tak terjangkau oleh masyarakat. ‎Padahal, air adalah kebutuhan mendasar manusia.

Mayoritas PDAM di Indonesia sudah tidak mampu meningkatkan kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih.‎

"Kebanyakan PDAM ini merugi sehingga tidak punya kemampuan menambah kapasitas. ‎Jangan sampai air didominasi oleh swasta yan harganya makin mahal, ini sih ngajak miskin," ucapnya.

Langkah pertama yang akan dilakukannya untuk menyehatkan PDAM adalah dengan menaikkan taruf air PDAM. Tarif air sebesar Rp 3.000 per meter kubik yang tak pernah naik sejak puluhan tahun lalu dinilai Rizal sudah terlalu murah, tidak masuk akal.

"Pricing nyaris nggak pernah dinaikan sudah pulahan tahun, merugilah. Harga air Aqua saja Rp 800 ribu per meter kubik. Ini harus dibenahi," paparnya.

Kemudian, Rizal juga ingin membenahi kualitas air PDAM. Lalu struktur keuangan PDAM perlu diperkuat agar dapat berekspansi meningkatkan kapasitasnya. Manajemen perusahaan juga harus dirombak, dibersihkan dari oknum-oknum yang mencuri uang PDAM.

"Ada kerugian khas Indonesia, miss management, permainannya dalam pembelian chemical. Ini perlu revolusi budaya, perlu dikepret," katanya.

‎Untuk memperkuat permodalan PDAM, pihaknya akan melakukan revaluasi aset. Dengan begitu, PDAM bisa memperoleh kredit usaha dari perbankan, sehingga bisa meningkatkan kapasitasnya untuk melayani lebih banyak masyarakat. "Ada 300 PDAM, kebanyakan walaupun sehat nggak bankable. Caranya ini revaluasi aset harga historis, asetnya akan meningkat. Selisih aset itu jadi modal supaya kuat," ujar dia.

‎Di samping itu, hutang-hutang PDAM juga perlu direstrukturisasi.

"Akan kita lakukan restrukturisasi hutang. Mana hutang yang suistanable dan nggak. Kalau dilakukan ini, maka sebagian besar PDAM akan bankable, bisa menambah kapasitas," tutupnya.

No comments:

Post a Comment