Monday, December 28, 2015

Ruang Ramah Anak Dilengkapi CCTV, Ahok: Agar Paedofil Lebih Mudah Dikenali

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) pagi ini meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) tahap II di Meruya Utara. Dengan maraknya kriminalitas di Jakarta, ruang terbuka publik kerap disebut menjadi salah satu tempat rawan kejahatan anak. Namun isu ini dibantah Ahok.

"Saya kira susah, tidak masuk akal ya tuduhan seperti itu (paedofil menargetkan anak di ruang terbuka). Justru kalau kamu main di taman ini, kan ada pagar jadi (orang tua) bisa amatin," ujar Ahok usai meresmikan RPTRA Meruya Utara di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (29/12/2015).

Dengan adanya CCTV, gerak gerik paedofil lebih mudah dikenali karena paling sering terlihat di taman dan diawasi CCTV. Orang tua pun ikut memantau dari dekat. Menurut Ahok, dengan seringnya anak-anak bermain di bawah pengawasan orang tua di ruang terbuka, akan memudahkan untuk mengenali seseorang yang berprilaku aneh. 

"Nah ini kan kita banyak orang tua dan ada CCTV. Jadi kamu bisa lihat kalau kira-kira yang mana yang ada pemangsa. Kalau gitu semua sekolah bahaya dong kan bahaya karena ngumpulin anak, itu asal ngomong," imbuh Ahok.

Adanya CCTV membuat Ahok berani menjamin keamanan anak-anak yang bermain di RPTRA. Namun, ia juga berharap masyarakat bisa saling peduli dan memperhatikan orang lain sehingga bisa ikut memantau.

"Iya dong (terjamin keamanannya). Enggak kejamin kemananannya gimana, orang terbuka gitu kok, ada penjaganya juga. Yang ada, semua jadi masyarakat yang peduli dengan ruangan terbuka," pungkasnya.

No comments:

Post a Comment