Thursday, January 21, 2016

Tak Hadir di Groundbreaking Kereta Cepat, Ini Penjelasan Jonan

Pakai Helm dan Sepatu Karet, Jokowi Sapa Warga
Jakarta -Usai meresmikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di Walini, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menyapa kerumunan warga yang hadir.

Jokowi menggunakan helm proyek, rompi, dan sepatu karet ini menembus perkebunan untuk menyapa warga.

Pantauan detikFinance di lokasi, Kamis (21/1/2016), sejumlah warga mengabadikan kehadiran Jokowi lewat potretan telepon genggam mereka. Bahkan banyak yang teriak: Pak Jokowi, I love u!



Ada juga teriakan, 'Pak Jokowi Hebat' dan 'Terima Kasih Pak Jokowi'.

Memang kawasan Walini mau dijadikan kota baru, dan pusat wisata internasional dengan kehadiran kereta cepat. Ada satu stasiun kereta cepat yang berada di wilayah ini. Ekonomi wilayah Walini pasti akan naik bila rencana tersebut terealisasi.

Selain menyapa warga, Jokowi juga membagi-bagikan buku kepada warga yang hadir.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut proyek kereta cepat sebagai sebuah simbol atau loncatan kebijakan yang diambil dengan sangat cepat. Kecepatan tersebut sangat diperlukan agar Indonesia bisa menyalip ketertinggalan di sisi infrastruktur. 

Kecepatan seperti itu, lanjut Jokowi, seharusnya bisa diterapkan jauh-jauh hari untuk pengembangan moda transportasi massal berbasis kereta seperti Mass Rapid Transit (MRT) hingga Light Rail Transit (LRT) di Jakarta.

Untuk kasus MRT, Jokowi menyebut angkutan massal tersebut telah dirancang dan disiapkan selama 26 tahun namun tak kunjung dibangun. MRT Jakarta baru dimulai pembangunannya pada 3 tahun terakhir dan progres pembangunannya dinilai sangat cepat.

"Saya ingatkan, MRT Jakarta itu sudah 26 tahun direncanakan, tapi baru sekarang dibangun. Ke depan tidak ada lagi yang lama-lama," kata Jokowi di lokasi groundbreaking kereta cepat di kawasan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016).

Jokowi menilai, moda angkutan kereta seperti kereta cepat, LRT hingga MRT sangat dibutuhkan untuk mendukung pergerakan masyarakat perkotaan di dalam hingga antar kota. Selama ini, mobilitas orang masih banyak mengandalkan kendaraan pribadi sehingga terjadi kemacetan di mana-mana.

"Makanya kenapa MRT kita putuskan untuk segera dibangun. Kemudian LRT yang sudah lama direncanakan akhirnya benar-benar sudah kita mulai karena transportasi masal semakin dibutuhkan," sebutnya.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Achmad Heryawan (Aher), mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah mengizinkan pembangunan kereta cepat (High Speed Train/HST) rute Jakarta-Bandung.

Ia menyebut izin pembangunan HST sepanjang 142 kilometer (km) dinilai sangat cepat, bahkan tercepat dalam sejarah. Seperti diketahui, ada banyak izin yang harus dipenuhi sebelum groundbreaking proyek kereta cepat hari ini di daerah Walini, Bandung Barat, Jawa Barat.

"Dalam sejarah perizinan, sepertinya ini adalah perizinan tercepat dalam sejarah perizinan sejak Indonesia merdeka," kata Aher di lokasigroundbreaking kereta cepat di kawasan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016).

Aher mengambil contoh tentang proses penerbitan izin tukar lahan hutan yang hanya terbit dalam waktu 3 hari. Izin ini terbilang sangat cepat.

"Ini sangat cepat," ucap Aher yang langsung disambut tepuk tangan oleh tamu yang hadir.

Lanjut Aher, kehadiran HST dinilai akan memberi manfaat besar bagi wilayah Jabar karena 3 dari 4 satasiun kereta cepat berada di wilayah Jabar.

"Kehadirannya sangat dibutuhkan untuk mendukung iklim investasi dan penyerapan tenaga kerja serta mendorong alih pengetahuan dan teknologi," tambahnya.

(wdl/hns) 

No comments:

Post a Comment