Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault siap maju di Pilgub DKI Jakarta 2017. Menurut dia, menjadi seorang gubernur harus seperti dasa dharma pramuka kesepuluh, 'suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan'.
Dia mengakui kinerja Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok untuk membenahi Jakarta sangat bagus. Namun, dia menyayangkan Ahok kurang membangun komunikasi yang baik antara pihak internal maupun eksternal.
"Saya harus bilang Pak Ahok itu bagus seperti e-budgeting tapi komunikasi juga penting. Yang penting itu human capital, bagaimana hubungan internal dan eksternal komunikasi. Kelemahan beliau ini," ungkap Adhyaksa di kediamannya, Jl Pangadean Selatan No 10 Kalibata Jakarta Selatan, Senin (7/3).
Dia mengatakan seorang pemimpin harus bersikap humanis tapi tegas. Adhyaksa mencontohkan gaya kepemimpinan Walikota Surabaya, Risma yang dikenal baik oleh warganya namun tetap tegas. Untuk itu dia merencanakan konsep membangun Jakarta dengan moto green goverment.
"Perlu pemimpin yang humanis dan tegas bukan yang ngomongnya kasar. Membangun tanpa kasar, green goverment. Visi saya menyejahterakan Jakarta," tutur dia.
Jika nanti dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta, Adhyaksa berjanji akan mengeluarkan moratorium yang melarang adanya pembangunan mall, hotel dan kampus. Dia menilai gaya Ahok membangun Jakarta saat ini berkaca pada Singapura.
"Sudah cukup mall, hotel dan kampus atau sekolah tinggi. Justru harusnya dibuat di daerah-daerah jadi enggak perlu datang ke Jakarta," tegas dia.
Bukan hanya itu, bila terpilih menjadi gubernur, Adhyaksa bakal membuat dua lapangan bola di setiap kelurahan. Tujuannya, untuk memberi ruang kepada para pemuda berekspresi agar tidak terlibat tawuran antar kampung.
Dia mengakui kinerja Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok untuk membenahi Jakarta sangat bagus. Namun, dia menyayangkan Ahok kurang membangun komunikasi yang baik antara pihak internal maupun eksternal.
"Saya harus bilang Pak Ahok itu bagus seperti e-budgeting tapi komunikasi juga penting. Yang penting itu human capital, bagaimana hubungan internal dan eksternal komunikasi. Kelemahan beliau ini," ungkap Adhyaksa di kediamannya, Jl Pangadean Selatan No 10 Kalibata Jakarta Selatan, Senin (7/3).
Dia mengatakan seorang pemimpin harus bersikap humanis tapi tegas. Adhyaksa mencontohkan gaya kepemimpinan Walikota Surabaya, Risma yang dikenal baik oleh warganya namun tetap tegas. Untuk itu dia merencanakan konsep membangun Jakarta dengan moto green goverment.
"Perlu pemimpin yang humanis dan tegas bukan yang ngomongnya kasar. Membangun tanpa kasar, green goverment. Visi saya menyejahterakan Jakarta," tutur dia.
Jika nanti dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Jakarta, Adhyaksa berjanji akan mengeluarkan moratorium yang melarang adanya pembangunan mall, hotel dan kampus. Dia menilai gaya Ahok membangun Jakarta saat ini berkaca pada Singapura.
"Sudah cukup mall, hotel dan kampus atau sekolah tinggi. Justru harusnya dibuat di daerah-daerah jadi enggak perlu datang ke Jakarta," tegas dia.
Bukan hanya itu, bila terpilih menjadi gubernur, Adhyaksa bakal membuat dua lapangan bola di setiap kelurahan. Tujuannya, untuk memberi ruang kepada para pemuda berekspresi agar tidak terlibat tawuran antar kampung.
No comments:
Post a Comment