Keinginan temanAhok supaya Gubernur DKIJakarta, Basuki Tjahaja Purnama, maju lewat jalur independen nyatanya mendapat angin segar. Ahok begitu dia disapa, akan maju bersama Heru Budi Hartanto pada Pilgub 2017 dengan catatan Teman Ahok mengumpulkan KTP dukungan Ahok-Heri sebanyak 1 juta KTP.
Saat ini, relawan Ahok telah mengumpulkan 774.452 dukungan atas nama Ahok seorang.
"Hari ini temanAhok akan me-launching formulir baru. Dalam proses mencetak kali ini nama cawagub tertera," kata juru bicara temanAhok, Amalia Ayuningtyas, di kantor sekretariat temanAhok di Kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Senin (7/3).
Kepada merdeka.com, dia menjelaskan sejumlah dukungan yang sudah ada tidak akan sia-sia. Mengingat susahnya mendapat dukungan tersebut, ia menuturkan akan memverifikasi data yang ada untuk melihat dukungan pada Heru Budi Hartono.
"Kami akan memverifikasi sejumlah data yang ada terkait pasangan Ahok. Entah itu lewat telepon atau lewat media lainnya. Kalau enggak keburu nanti biar KPUD yang melanjutkan verifikasinya," jelas Amalia.
Cara ini ditempuh temanAhok bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, pihaknya mengaku telah berkonsultasi dengan beberapa pakar hukum terkait cara yang digunakannya ini.
"Kami sudah berkonsultasi dengan pakar hukum. Jadi tidak harus memulai dari awal lagi karena form yang dulu hanya tertera nama Pak Ahok," sambung dia.
Sisa waktu tinggal 130 hari menjadi tenggat waktu bagi temanAhok untuk mengumpulkan dukungan. Setelah itu, harus memverifikasi sejumlah dukungan yang ada dan tantangan baru temanAhok mengumpulkan dukungan sebanyak 1,5 juta dukungan.
"Targetnya 1 juta KTP. Kalau bisa 1,5 juta kenapa enggak kata Pak Ahok. Ini akan jadi sejarah baru bagi Indonesia kalau akhirnya Pak Ahok bisa menang lewat jalur independen," tandas Amalia.
Saat ini, relawan Ahok telah mengumpulkan 774.452 dukungan atas nama Ahok seorang.
"Hari ini temanAhok akan me-launching formulir baru. Dalam proses mencetak kali ini nama cawagub tertera," kata juru bicara temanAhok, Amalia Ayuningtyas, di kantor sekretariat temanAhok di Kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan, Senin (7/3).
Kepada merdeka.com, dia menjelaskan sejumlah dukungan yang sudah ada tidak akan sia-sia. Mengingat susahnya mendapat dukungan tersebut, ia menuturkan akan memverifikasi data yang ada untuk melihat dukungan pada Heru Budi Hartono.
"Kami akan memverifikasi sejumlah data yang ada terkait pasangan Ahok. Entah itu lewat telepon atau lewat media lainnya. Kalau enggak keburu nanti biar KPUD yang melanjutkan verifikasinya," jelas Amalia.
Cara ini ditempuh temanAhok bukan tanpa pertimbangan. Sebelumnya, pihaknya mengaku telah berkonsultasi dengan beberapa pakar hukum terkait cara yang digunakannya ini.
"Kami sudah berkonsultasi dengan pakar hukum. Jadi tidak harus memulai dari awal lagi karena form yang dulu hanya tertera nama Pak Ahok," sambung dia.
Sisa waktu tinggal 130 hari menjadi tenggat waktu bagi temanAhok untuk mengumpulkan dukungan. Setelah itu, harus memverifikasi sejumlah dukungan yang ada dan tantangan baru temanAhok mengumpulkan dukungan sebanyak 1,5 juta dukungan.
"Targetnya 1 juta KTP. Kalau bisa 1,5 juta kenapa enggak kata Pak Ahok. Ini akan jadi sejarah baru bagi Indonesia kalau akhirnya Pak Ahok bisa menang lewat jalur independen," tandas Amalia.
No comments:
Post a Comment