Wednesday, March 23, 2016

Bu Tuti: Kemarin Sore Saya Dipanggil Ahok, Tapi Saya Sibuk Urus Sampah

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 'kepincut' akan keberanian Maryati alias Bu Tuti (54 tahun), pegawai lepas harian (PHL) di Dinas Pertamanan dan Pemakanam Provinsi Jakarta. Pada Selasa siang (22/3/2016) kemarin, Tuti mengusir ratusan sopir angkutan yang menggelar demo di depan kantor Balai Kota Jakarta karena menginjak-injak taman.

Baca juga: Emosi Bu Tuti Kepada Pendemo: Jangan Injak Tanaman, Saya Capek Ngerawatnya!

Aksi Bu Tuti ini rupanya diketahui oleh Ahok. Sore harinya Ahok melalui petugas keamanan di Balai Kota mencari Bu Tuti. Namun karena lagi sibuk mengurusi sampah akibat sisa-sisa demo, Bu Tuti hari itu tak bisa menemui Ahok. 

"Sebenarnya dari kemarin sore saya sudah dicari-cari Pak Ahok lewat satpam-satpam Balaikota. "Ibu Tuti dicari sama Bapak. Tapi saya sibuk ngurus sampah," kata Bu Tuti saat ditemui di taman Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016).

Pagi tadi, Ahok memanggil Bu Tuti. Kali ini melalui seorang staf di kantor gubernur DKI. Bu Tuti pun menemui Ahok. Sambil makan sate, Bu Tuti diminta menceritakan keberaniannya mengusir pendemo yang merusak taman. 

Ahok dan Tuti terlibat perbincangan hangat. Bila sebelumnya wargalah yang mengajak gubernur untuk berfoto, kali ini Ahok yang mengajak Tuti foto bersama. 

Ahok senang Tuti punya dedikasi tinggi merawat taman-taman di depan Balai Kota sehingga indah dan sedap dipandang mata. Usai pertemuan, Ahok memberi Bu Tuti sebuah telepon seluler pintar. Dengan ponsel pemberiannya, Ahok berharap Tuti bisa memotret pelaku perusakan taman agar bisa dilaporkan ke polisi dan ditindak.


Foto: Nathania Riris Michico
Jakarta - Senyum pekerja harian lepas (PHL) dari Dinas Pertamanan, Tuti (54), mengembang setelah mendapat ponsel Samsung Galaxy J5 dari Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun Tuti tidak seketika memakai gadget itu begitu diberi Ahok.
Ahok memberi Tuti ponsel seharga Rp 2,7 jutaan itu untuk mengabadikan perusak taman yang dirawat Tuti dan melaporkan kepada Ahok. Namun Tuti tidak langsung memakai ponsel baru yang menggantikan ponsel tak berkameranya itu dengan alasan masih sibuk kerja.

"Kita kalau kerja nggak boleh pegang HP. Paling mulai besok (dipakai)," ujar Tuti di taman Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2016). 
Hari ini Tuti seolah mendapat durian runtuh. Dia dipanggil untuk bertemu Ahok, diajak makan sate dan diberi ponsel baru.

"Setelah diajak makan langsung dikasih HP dan setelah itu saya langsung kerja lagi," cerita Tuti yang bergaji standar UMR Jakarta sekitar Rp 3,1 juta ini.

Tuti Kembali Kerja Setelah Bertemu Ahok (Michico/detikcom)
Sebagai rasa syukur atas gadget baru itu, Tuti akan berbagi kebahagiaan dengan teman-temannya.

"Nanti pas gajian, sebagian gaji saya buat teman yang bantu saya bersih-bersih taman di sini," kata wanita yang menetap di Pondok Gede, Jakarta Timur, ini.
 
Tuti dengan tegas melawan pendemo sopir taksi yang merusak taman di depan Balaikota pada Selasa 22 Maret. Bahkan Tuti menggetok pendemo dengan gagang sapu. Sikap tegas Tuti ini didengar Ahok dan Ahok pun memanggilnya ke Balai Kota. 

No comments:

Post a Comment