Mulai September hingga Desember tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendatangkan 352 unit truk sampah yang akan datang secara bertahap. Untuk tahap awal, jumlah truk yang didatangkan ada sekitar 50 unit.
"Bulan akhir September ini baru masuk. Karena jumlahnya banyak, kita datangkannya bertahap. Begitu datang, langsung kita sebarkan," kata Wakil Kepala Dinas Kebersihan Ali Maulana Hakim di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2015).
Ali mengatakan, pembelian ratusan truk sampah ini bertujuan untuk menarik truk-truk lama yang dinilai sudah tidak layak pakai. Ia menambahkan, dengan adanya truk-truk baru, pihaknya tidak perlu lagi menyewa dari pihak swasta sesuai dengan perintah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
"Diharapkan, dengan adanya truk sampah baru ini, pengangkutan sampah bisa lebih cepat dan maksimal," ujar Ali.
Ali menyebut ratusan truk sampah baru ini akan diprioritaskan untuk melayani pengangkutan sampah di permukiman warga, sedangkan untuk kawasan industri atau komersial, perusahaan diwajibkan untuk mengelola sampahnya sendiri.
"Setiap truk sampah akan dipasang GPS (global positioning system) untuk mengetahui lokasi para sopir truk saat bekerja. Jadi, sopir truk bisa terpantau bekerja sesuai dengan jalur dan bertanggung jawab pada truk sampah yang hilang," kata Ali.
"Bulan akhir September ini baru masuk. Karena jumlahnya banyak, kita datangkannya bertahap. Begitu datang, langsung kita sebarkan," kata Wakil Kepala Dinas Kebersihan Ali Maulana Hakim di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2015).
Ali mengatakan, pembelian ratusan truk sampah ini bertujuan untuk menarik truk-truk lama yang dinilai sudah tidak layak pakai. Ia menambahkan, dengan adanya truk-truk baru, pihaknya tidak perlu lagi menyewa dari pihak swasta sesuai dengan perintah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
"Diharapkan, dengan adanya truk sampah baru ini, pengangkutan sampah bisa lebih cepat dan maksimal," ujar Ali.
Ali menyebut ratusan truk sampah baru ini akan diprioritaskan untuk melayani pengangkutan sampah di permukiman warga, sedangkan untuk kawasan industri atau komersial, perusahaan diwajibkan untuk mengelola sampahnya sendiri.
"Setiap truk sampah akan dipasang GPS (global positioning system) untuk mengetahui lokasi para sopir truk saat bekerja. Jadi, sopir truk bisa terpantau bekerja sesuai dengan jalur dan bertanggung jawab pada truk sampah yang hilang," kata Ali.
No comments:
Post a Comment