Tuesday, September 15, 2015

Susi: Presiden Sangat Berani Mengangkat Saya yang Tamatan SMP

Di acara simposium internasional soal ketahanan maritim, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memuji keberanian Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih dirinya sebagai menteri.

"Saya Susi Pudjiastuti, Menteri Perikanan dan Kelautan. Saya sampaikan hal menarik, bahwa Presiden sangat berani mengangkat menteri dengan latar belakang pendidikan hanya tamatan SMP. Bagi seorang menteri, mungkin itu dipandang bukan background capable untuk memilih menteri yang hanya tamat SMP," tutur Susi disambut tepuk tangan.

Pernyataan ini dilontarkan Susi dalam acara, The International Navy, 2nd International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 dengan tema Maritime Confidence Building and Mutual Cooperation For Peace and Prosperity, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (16/9/2015). Acara ini dihadiri oleh 350 peserta asing dan dalam negeri dari 42 negara.

Susi mengatakan, dirinya sudah berpengalaman 17 tahun berbisnis di sektor perikanan dan penerbangan lewat Susi Air. Maskapai yang dimiliki Susi ini melayani penerbangan perintis di daerah-daerah terpencil.

Dia mengatakan, Jokowi memiliki misi yang kuat di sektor maritim, dan ini sangat baik untuk Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan terluas kedua di dunia. "Laut Indonesia lebih luas dari daratannya," ujarnya.

"Saya melihat banyak hal terkait maritim terjadi di negeri ini. Saya ingin berkontribusi untuk Indonesia. Saya ingin membuat Indonesia kembali menjadi poros kegiatan bisnis maritim dunia seperti harapan presiden," tegas Susi.

Hari ini International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015 yang memasuki tahun kedua, kembali digelar. Acara yang digelar setiap dua tahun sekali ini diikuti oleh 42 negara di dunia.

Tahun ini, IMSS mengambil tema 'Membangun Kepercayaan dan Kerjasama di Bidang Maritim Guna Mencapai Perdamaian dan Kemakmuran Bersama'. Dalam sambutannya, Menkopolhukam Luhut Panjaitan mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini fokus mengamankan wilayah maritimnya.

"Saya katakan pada anda semua, saat ini Indonesia sedang memberantas illegal fishing. Mengamankan wilayah maritimannya. Karena selama ini sumber daya di wilayah laut kita sering terjadi pencurian. Maka harus diamankan," ujar Luhut Panjaitan di Grand Ballroom Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (16/9/2015)

"Laut Cina Selatan salah satu contoh untuk menjaga keamanan regional di kawasan. Laut Cina Selatan ini merupakan alur laut yang sangat vital. Oleh karena itu Laut Cina Selatan ini harus diselesaikan dengan cara-cara diplomasi. Dan saya yakin konferensi ini bisa menyamakan persepsi antara Navy Indonesia dengan Navy anda semua demi keadilan maritim bersama," lanjutnya.

Sebelumnya dalam sambutan KSAL Laksamana Ade Supandi mengatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai keamanan maritim dunia.

"Konferensi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi kita bersama mengenai keamanan maritim kita, maritim dunia," ucap Laksamana Ade Supandi.

"Diharapkan setelah konferensi ini, kita juga bisa meningkatkan kerjasama kemaritiman di antara negara-negara peserta," tuturnya.

Sebanyak 7 negara mengirimkan perwira Angkatan Lautnya seperti Belanda yang dipimpin oleh LT Gen (RNMC) Rob Verkerk, Malaysia dipimpin oleh ADM Tan Sri Abdul Aziz bin Hj Jaafar, Filipina dipimpin oleh RADM Ronald Joseph S Mercado. Kemudian Timor Leste dipimpin oleh CDR Higino Das Neves, Portugal dipimpin ADM Luis Manuel Fourneaux Marceieira Fragoso, dan Singapura dipimpin RADM Jackson Chia. 

No comments:

Post a Comment